Februari 05, 2016



Bertanya mungkin suatu hal yang mungkin dilakukan bagi sebagian orang. Itu adalah hal yang wajar dan umum dilakukan ketika kita merasa kesulitan atau bingung akan suatu hal. Namun bagi beberapa orang, bertanya adalah suatu hal yang sulit dilakukan.

Mengapa hal ini sulit dilakukan? Karena beberapa orang sudah memikirkan prasangka buruk atau pikiran negatif sebelum melakukannya. “Salah tidak ya bertanya begini? Apa tidak apa-apa aku bertanya? Ah, palingan juga nanti ada yang bertanya sama seperti aku?” Beberapa pikiran itu menghantui kita dan membuat kita jadi malu bertanya. Kebanyakan orang-orang pemalu dan pesimis yang akan mengurungkan niatnya setelah mendapat pikiran seperti itu. 


Kalian tahu? Pikiran seperti itu kalian tepis saja dengan menggeleng-gelengkan kepala kalian, dan kumpulkan niat kalian untuk bertanya. Ucapkan di dalam hati, “Aku Bisa! Aku Pasti Bisa!” dan mulailah bertanya. Pada awalnya memang sulit dilakukan, namun setelah tiga kali dilakukan, kalian pasti akan terbiasa dan bertanya dengan lancarnya. Hal ini dapat saya katakan karena sejujurnya dulu saya adalah seorang pemalu. Alasan saya menemukan tekad saya adalah karena saya kesal dengan diri saya sendiri. Saat saya ingin bertanya kepada seseorang dan tidak jadi, akan ada rasa penasaran yang akan timbul di dalam diri saya. Rasa penasaran itu akan berubah menjadi rasa gelisah dan penyesalan. Penyesalan itu berupa, “Mengapa tadi saya tidak bertanya? Dasar bodoh!”. Dan rasa gelisah dan penyesalan membuat saya sulit tidur pada malamnya karena terus kepikiran. Alhasil saya bangun kesiangan dan ngantuk saat di sekolah. Siklus ini terus terjadi ketika saya tidak jadi bertanya.

Suatu hari, saya lelah dengan siklus tersebut dan bertekad untuk bertanya. Pada saat itu saya ingin bertanya tentang pelajaran matematika yang saya kurang mengerti kepada guru saya. Saya gugup, namun saya mengatakan pada diri saya, “Aku pasti bisa!’’ dan berjalan menuju meja guru. Alhasil saya berhasil bertanya kepada guru itu meskipun ucapan saya sedikit terbata-bata. Kalian tahu? Rasa lega yang didapat setelah bertanya itu luar biasa. Pengetahuan pun saya dapat, yang dapat membuat saya tak tersesat saat mengerjakan soal. Saya pun dapat tidur dengan nyenyak. Sejak saat itu saya selalu memberanikan diri saya agar saya tak tersesat di jalan dan tak ingin merasakan rasa penasaran itu lagi.

Satu tip dari saya adalah jika misalnya kalian bertanya, namun tidak dijawab alias dikacangin, jangan takut dan mundur! Cobalah sekali lagi dan kali ini keraskan suara kalian!. Jika masih tak dijawab, tarik bajunya sedikit dan bertanyalah lebih keras. Kalo masih tak dijawab, gaplok aja itu orang! Mengapa saya menyarankan kalian agar tak mundur? Pertama itu karena kalian sudah setengah jalan dalam bertanya. Kedua, sulit sekali untuk mengumpulkan tekad bertanya, karena semakin kalian mundur, tekad itu akan semakin pergi. Yang ada, malah nanti kalian akan kembali ke awal.
 

Mau Bertanya, Nggak Bakalan Sesat deh di Jalan!

Sekian, dan semoga artikel ini bermanfaat bagi yang membaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar